Home » Artikel »

Bagaimana Dampak yang Akan Terjadi Pada Anak Kurang Tidur?

Bagaimana Dampak yang Akan Terjadi Pada Anak Kurang Tidur?

Bagaimana Dampak yang Akan Terjadi Pada Anak Kurang Tidur?

Artikel


Tidur adalah hal penting bagi hidup kita, terutama untuk Si Kecil. Dalam proses tumbuh kembang, peran tidur sama pentingnya dengan nutrisi dan stimulasi. Saat tidur, sel-sel tubuh mengalami pembaruan, hormon penunjang tumbuh kembang Si Kecil juga diproduksi saat ia tidur begitu juga dengan perbaikan daya tahan tubuh. Kebutuhan tidur Si Kecil bervariasi tergantung aktivitas dan kondisi tubuhnya. Untuk Si Kecil usia sekolah dasar, ia membutuhkan 9-10 jam tidur. Untuk usia di bawah itu, umumnya memerlukan tidur 11-14 jam per harinya. Kebiasaan tidur yang sehat akan terbentuk apabila durasi tidur cukup, kualitas tidur baik, dan jadwal tidur sesuai dengan ritme biologis Si Kecil. Bila salah satu poin tersebut tidak terpenuhi, maka Si Kecil berisiko alami kurang tidur. Dampak jangka pendek yang dapat langsung terlihat adalah Si Kecil terlihat tidak bugar dan sulit konsentrasi di sekolah. Untuk Si Kecil yang berusia lebih muda, kurang tidur akan membuatnya rewel. Tak hanya itu, ternyata kurang tidur bisa berdampak pada berat badan dan masa depan Si Kecil. Menurut Jeffrey Durmer, MD, PhD, sleep specialist di Atlanta, Amerika Serikat, dampak kurang tidur untuk Si Kecil salah satunya adalah adanya lonjakan aktivitas di otak yang bisa memicu pelepasan hormon stres. Ternyata telah dilakukan studi di berbagai negara yang mengungkapkan adanya hubungan antara durasi tidur dan risiko obesitas pada Si Kecil. Semakin sedikit durasi tidur di malam hari, membuat peluang obesitas Si Kecil semakin tinggi. Bahkan, studi yang dilakukan di Australia menemukan bahwa sebagian besar balita yang kurang tidur akan mengalami obesitas saat usia sekolah dasar. Hal serupa juga diungkapkan oleh American Academy of Pediatric, bahwa Si Kecil yang kurang tidur berisiko mengalami obesitas saat dewasa. Apa hubungannya, ya, tidur dan obesitas? Banyak faktor yang memengaruhinya, salah satunya adalah hormon leptin. Apabila Si Kecil kurang tidur, hormon yang harusnya dihasilkan saat tidur ini akan berkurang jumlahnya dalam darah. Padahal leptin berfungsi untuk menimbulkan rasa kenyang. Karena jumlahnya kurang dari normal, Si Kecil tidak merasa kenyang dan cenderung mencari makanan yang tinggi lemak. Masalah kurang tidur tidak hanya sampai di situ saja, masa depan Si Kecil juga bisa terpengaruh. Obesitas pada Si Kecil telah dibuktikan dapat meningkatkan risiko terjadinya hipertensi, diabetes mellitus, dan jatung koroner saat ia dewasa kelak. Jadi, jangan remehkan kurang tidur pada Si Kecil karena bisa membawa dampak buruk hingga ia dewasa. Agar Si Kecil memiliki waktu tidur yang cukup, kaji lagi aktivitas hariannya. Kadang tanpa disadari aktivitas sehari-hari kita membatasi jumlah waktu tidur Si Kecil, misalnya jadwal kegiatan yang cukup padat atau lokasi tempat tinggal jauh dari tempat beraktivitas sehingga perjalanan cukup menyita waktu. Biasakan pola tidur teratur agar Si Kecil tetap sehat serta masa depannya terjamin.

Comments (1)

Aduh, kurang tidur pada si kecil ternyata punya pengaruh negatif pada kesehatan ketika anak sudah dewasa nantinya. Bisa mengakibatkan kena hipertensi, diabetes mellitus, dan jantung koroner karena terjadinya kegemukan. Kurang tidur bisa membuat anak mengalami kegemukan.

Nah, ini perlu mendapat perhatian dari semua orang tua yang punya anak kecil. Yang terjadi, anak kadangkala sulit disuruh tidur siang. Anak senangnya selalu main atau nonton. Orang tua harus membiasakan anak untuk selalu tidur siang dan malam dalam waktu yang cukup. Walaupun pada tahap awal, anak suka menolak tidur siang atau menolak tidur malam lebih awal.

Comments are closed.

Related Articles