Home » Artikel »

Jangan Panik, Pahami Dahulu Gangguan Pencernaan pada Anak

Jangan Panik, Pahami Dahulu Gangguan Pencernaan pada Anak

Jangan Panik, Pahami Dahulu Gangguan Pencernaan pada Anak

Artikel


Sistem pencernaan yang sehat akan membuat penyerapan nutrisi berjalan dengan lancar. Gangguan pada sistem pencernaan akan mengakibatkan penyerapan nutrisi terhambat sehingga pertumbuhan dan perkembangan Si Kecil akan terganggu. Gangguan tersebut akan berpengaruh terhadap berat badan dan perilaku Si Kecil serta gangguan pada masalah pertumbuhan lainnya. Oleh karena itu, Ayah dan Bunda harus mewaspadai ciri-ciri gangguan saluran pencernaan Si Kecil, karena keluhan tersebut akan menjadi serius jika tidak ditangani dengan benar. Gangguan pada sistem pencernaan dapat menyerang siapa saja. Namun hal tersebut tidak boleh dianggap sepele dan harus diwaspadai karena akan berakibat terhadap gangguan kesehatan lainnya. Gangguan pencernaan pada Si Kecil bisa diakibatkan oleh sistem pencernaan yang belum sempurna, pola makan yang tidak teratur atau karena adanya makanan dan minuman yang dapat memicu terjadinya masalah tersebut. Apa saja gangguan pencernaan yang umum dijumpai pada kelompok usia Si Kecil?

  • Muntah-muntah Faktor yang menyebabkan Si Kecil muntah sangat beragam dari mulai infeksi virus, keracunan makanan, demam, terlalu sering batuk, makan terlalu banyak hingga rasa cemas. Muntah juga bisa merupakan gejala penyakit yang serius seperti meningitis, usus buntu, atau penyumbatan sistem pencernaan. Gejala lain yang biasanya muncul bersamaan dengan muntah antara lain diare, sakit perut, atau demam. Kapan harus ke dokter? Bawa Si Kecil konsultasi ke dokter spesialis anak apabila ia sudah muntah lebih dari 2 kali sehari, ada darah atau cairan kekuningan pada muntahnya, atau jika usia Si Kecil di bawah 6 tahun, dan tidak dapat menerima makanan atau minuman apa pun. Bunda juga harus membawa Si Kecil berobat apabila ada gejala lain menyertai muntah seperti demam, diare atau tanda-tanda dehidrasi misalnya jarang buang air kecil, bibir kering dan pecah-pecah serta terlihat lemas.
  • Sakit atau nyeri perut Sakit perut yang dikeluhkan Si Kecil dapat merupakan gejala dari banyak masalah pencernaan misalnya sembelit, diare, keracunan makanan, gastroenteritis, atau terlalu banyak makan. Nyeri perut umumnya muncul disertai gejala lain seperti kembung atau mual. Faktor lain yang dapat menyebabkan Si Kecil merasa nyeri perut di antaranya alergi makanan, radang usus buntu, atau pneumonia. Kapan harus ke dokter? Bawa Si Kecil konsultasi ke dokter spesialis anak apabila ia terlihat kesakitan dan keluhan skala sakitnya bertambah atau apabila keluhan sudah berlangsung lebih dari dua minggu.
  • Sembelit Banyak hal dapat menyebabkan Si Kecil mengalami sembelit, misalnya pola makan rendah serat, tidak mendapat cukup asupan air, jarang bergerak aktif, atau sebagai akibat dari konsumsi obat-obatan tertentu. Gejala sembelit antara lain sakit perut, kram perut, nyeri saat buang air besar, dan frekuensi buang air besar berkurang dari biasanya. Sedangkan diare bisa terjadi karena infeksi kuman, alergi makanan, radang usus buntu, dan lainnya. Kapan harus ke dokter? Bawa Si Kecil konsultasi ke dokter spesialis anak apabila ada darah pada fesesnya, hanya buang air besar beberapa hari sekali, kesakitan saat buang air besar atau saat buang air besar ia harus mengejan secara berlebihan. Untuk kasus diare, dibawa ke dokter apabila Si Kecil tidak mau makan atau minum dan muncul gejala dehidrasi seperti frekuensi buang air kecil berkurang, cepat mengantuk, kondisi tubuh menurun drastis.
Untuk mencegah Si Kecil terkena gangguan pencernaan mudah, Bunda. Perhatikan asupan serat hariannya, pastikan kebutuhan cairannya terpenuhi, dan ajak Si Kecil untuk aktif bergerak. Memiliki pola hidup sehat tak hanya akan bermanfaat dalam jangka pendek bagi Si Kecil tetapi akan berlanjut hingga ia dewasa nanti.

Related Articles