Home » Artikel »

Ini Bahaya Pengaruh Gadget pada Anak dan Tips Mengatasinya

Ini Bahaya Pengaruh Gadget pada Anak dan Tips Mengatasinya

Ini Bahaya Pengaruh Gadget pada Anak dan Tips Mengatasinya

Artikel


Gadget dalam perkembangan anak zaman sekarang bagaikan pisau bermata dua. Kehadirannya banyak membawa manfaat dan sebaliknya, dapat berdampak negatif pada Si Kecil. Seberapa perlu gadget dalam kehidupan Si Kecil? Apa saja efek sampingnya? Kapan waktu tepat Si Kecil diperkenalkan pada dunia digital? Perlukah dibuat aturan penggunaan gadget untuk Si Kecil? Para ahli psikologi dan perkembangan anak menyatakan bahwa tidak ada usia yang universal di mana seorang anak siap untuk menggunakan telepon pintar. Pamela Rutledge, ahli psikologi dan direktur Media Psychology Research Center (MPRC) di Amerika Serikat, mengatakan bahwa memperkenalkan anak Anda kepada teknologi mobile di usia muda akan memberikan mereka landasan kuat dalam perkembangan dunia yang semakin digital. Tetapi orangtua juga harus mendampingi sesuai dengan kematangan emosional dan fisik anak-anak mereka. The American Academy of Pediatrics and The Canadian Society of Pediatrics menyatakan bahwa anak berusia di bawah 2 tahun sebaiknya tidak perlu memiliki gadget. Pemakaian gadget 4-5 kali dalam sehari dapat menimbulkan dampak serius, antara lain:

  • Keterlambatan perkembangan Teknologi pada gadget membatasi pergerakan motorik anak. Menurut Cris Rowan, ahli terapi okupasi dari British Columbia University dalam artikelnya yang berjudul The Impact of Technology on Child Sensory and Motor Development, pemberian teknologi pada anak berusia di bawah 12 tahun akan menyebabkan kerugian dalam hal perkembangan dan pembelajaran anak.
  • Obesitas Teknologi pada gadget membatasi pergerakan motorik Si Kecil. Ia pasti lebih betah berlama-lama di depan layar ketimbang melakukan aktivitas fisik yang berarti dan mengeluarkan keringat, hal ini berisiko Si Kecil mengalami kelebihan berat badan.
  • Radiasi WHO mengklasifikasikan telepon genggam sebagai risiko 2b (kemungkinan dapat menjadi karsinogen atau memicu terjadinya kanker). Bayangkan, bagaimana jika Si Kecil bermain dengan gadget setiap hari selama berjam-jam?
  • Ketergantungan Kebanyakan anak, jika sudah mengenal gadget, tidak bisa mengalihkan atau menjauhkan dirinya dari benda tersebut. Tentu ini akan memberikan dampak ketergantungan.
  • Digital dementia Anak yang menggunakan gadget akan kesulitan memfokuskan diri pada sesuatu sehingga hal ini akan menghambat dirinya dalam belajar.
  • Agresif Menurut penelitian Craig Anderson, yang berjudul Violent Video Game Effects on Children and Adolescents: Theory, Research, and Public Policy pada 2007, anak yang menggunakan gadget, terutama mereka yang senang bermain video game yang penuh kekerasan, rentan mengalami agresivitas dalam hal seksualitas dan kriminalitas.
Rentetan efek di atas, bukan berarti gadget tidak memiliki manfaat sama sekali untuk kehidupan Si Kecil. Manfaat gadget antara lain membuat banyak hal menjadi lebih mudah dan efisien, memperluas wawasan, dan digital game bisa mengasah kemampuan Si Kecil berstrategi. Lantas, apa yang bisa dilakukan Bunda agar Si Kecil tidak terpapar dampak negatif gadget? Terapkan aturan yang dikeluarkan oleh American Academy of Pediatric terkait penggunaan gadget oleh anak-anak berikut ini:
  • Untuk anak berusia di bawah 18 bulan, tidak diperbolehkan menggunakan gadget dalam bentuk apa pun, kecuali video chatting. Jika Bunda ingin memerkenalkan Si Kecil yang berusia 18-24 bulan pada media digital, pilihlah program yang berkualitas tinggi. Dampingi Si Kecil saat ia menonton tayangan tersebut.
  • Bagi anak yang masuk dalam kelompok usia 2-5 tahun, batasi penggunaan gadget 1 jam per hari dan hanya untuk program yang berkualitas. Orangtua harus mendampingi Si Kecil untuk membantunya memahami isi tayangan.
  • Untuk anak yang berusia 6 tahun ke atas, tentukan batas waktu mereka bisa menggunakan gadget. Pastikan waktu tersebut tidak mengacaukan jadwal tidur, aktivitas fisik, dan kebiasaan baik lainnya.
  • Buat momen kebersamaan dengan keluarga tanpa menggunakan gadget. Misalnya makan malam bersama.
  • Libatkan Si Kecil dalam diskusi mengenai media digital. Misalnya membahas aturan main dan keamanan menjadi pengguna media online.
Tentunya Bunda setuju kalau orangtua memegang peran kunci dalam penggunaan gadget oleh Si Kecil, ya? Jadi, siapkan diri agar tidak gaptek karena orangtua memiliki kepentingan dalam memahami beragam konten perangkat digital. Misalnya cerdas memilih gadget yang cocok untuk Si Kecil atau memasang program kontrol orangtua di dalam gadget yang ada di rumah agar risiko terpapar dampak negatif media digital dapat dikurangi.  

Related Articles