Home » Artikel »

Tips Menghadapi Anak Tidak Mau Makan, Hanya Ingin Minum Susu

Tips Menghadapi Anak Tidak Mau Makan, Hanya Ingin Minum Susu

Tips Menghadapi Anak Tidak Mau Makan, Hanya Ingin Minum Susu

Artikel


Seringkali orangtua dihadapkan pada situasi yaitu Si Kecil enggan menyentuh makanan yang sudah disediakan. Ia hanya lahap minum susu. Tentunya hal ini membuat orangtua was-was bahkan frustrasi. Sesuai anjuran WHO, menginjak usia 6 bulan, Si Kecil sudah harus diperkenalkan pada makanan pendamping ASI (MPASI) karena kebutuhan nutrisinya tak hanya bisa dipenuhi dari ASI saja. Momen makan pertama Si Kecil bermanfaat agar ia dapat belajar untuk makan dan memperkaya indra perasanya dengan rasa dan tekstur makanan yang bervariasi, melatih gigi dan rahangnya untuk mengunyah, hingga meningkatkan kemampuannya dalam berinteraksi dan berbahasa. Sifat pemberian makanan pendamping ini adalah saling melengkapi nutrisi yang didapat dari ASI. Selain faktor usia, orangtua harus memerhatikan beberapa hal sebelum mengenalkan makanan pendamping pada Si Kecil, antara lain:

  • Si Kecil sudah dapat duduk tegak dengan bantuan serta mampu mengontrol kepala dan lehernya tetap tegak. Ia juga bisa mengkoordinasi mata, tangan, serta mulut dengan baik, misalnya memegang mainan dan mencoba memasukkannya ke mulut.
  • Ia memerlihatkan ketertarikan terhadap makanan. Misalnya ia penasaran ingin mengambil dan mencoba makanan yang sedang Bunda makan.
  • Si Kecil membuka mulut saat Bunda mencoba menyuapinya dengan sendok dan mampu menelan makanan tersebut.
Apabila Si Kecil sudah cukup usia dan memerlihatkan tanda kesiapan di atas, Bunda bisa melanjutkan proses pengenalan makanan pendamping. Untuk memudahkan proses tersebut, terapkan kiat berikut:
  • Luangkan waktu khusus untuk makan, terutama pada saat awal memperkenalkan makanan pendamping. Sesuaikan waktu Bunda dengan waktu yang dibutuhkan Si Kecil untuk makan, bukan sebaliknya. Berhentilah jika Si Kecil menunjukkan tanda-tanda kenyang.
  • Perhatikan porsinya. Saluran pencernaan bayi belum berkembang sempurna, maka mulailah sedikit demi sedikit dengan porsi yang kecil, misalnya beberapa sendok kecil dalam sehari.
  • Berikan contoh. Biarkan Si Kecil duduk bersama di meja makan saat orangtua makan, walau itu bukan waktu makannya. Ia akan melihat cara makan yang dilakukan Ayah dan Bunda.
  • Biarkan Si Kecil menyentuh makanan yang ia makan agar dapat mengenal tekstur.
  • Berkreasilah. Jangan terpaku pada beberapa menu saja. Sajikan makanan baru tiap hari. Hal ini juga berguna untuk membuat variasi pada rasa.
Apabila semua kiat sudah dilakukan tetapi Si Kecil lebih memilih susu dan menolak untuk makan pertimbangan faktor lain, misalnya ia sedang lelah, tidak enak badan, atau sedang tidak lapar. Perhatikan juga, apakah ia sedang tumbuh gigi? Tanda-tanda seperti gusi yang membesar dan tidak mau makan juga merupakan tanda tumbuhnya gigi baru. Salah satu kunci dalam menangani anak yang enggan makan adalah dengan tidak memaksanya. Ini hanya akan membuatnya trauma dan semakin menolak makan. Pada dasarnya, jika Si Kecil lapar, ia akan menerima makanan yang Bunda berikan. Berikan waktu beradaptasi, Bunda akan paham kapan Si Kecil lapar atau kenyang, tidak tertarik dengan menu yang ada atau hanya sekadar sedang lelah. Selain itu, pahami bahwa waktu anak makan tidak hanya mengenai pemberian makanan tetapi juga sebagai waktu untuk menguatkan ikatan antara orangtua dan anak. Bunda berkesempatan untuk berinteraksi lebih dekat dengan Si Kecil. Manfaatkan waktu ini sebaik mungkin. Jadi, usahakan diri tetap tenang menghadapi situasi Si Kecil enggan makan agar tercipta waktu makan yang berkualitas dan Bunda juga Si Kecil mendapatkan manfaat maksimal dari sesi waktu makan tersebut.

Related Articles