Home » Artikel »

Bagaimana Mengatasi Anak Muntah Ya, Bunda? Ikuti Tips Ini!

Bagaimana Mengatasi Anak Muntah Ya, Bunda? Ikuti Tips Ini!

Bagaimana Mengatasi Anak Muntah Ya, Bunda? Ikuti Tips Ini!

Artikel


Muntah adalah sesuatu yang tidak harus selalu diwaspadai oleh orangtua. Sampai batas tertentu muntah termasuk reaksi normal tubuh terhadap suatu situasi. Namun, muntah juga bisa berarti Si Kecil mengalami kondisi serius. Muntah yang abnormal dapat berhubungan dengan kondisi kesehatan Si Kecil. Umumnya disebabkan oleh keracunan makanan, infeksi virus atau bakteri, radang usus buntu, atau cincin otot antara lambung dan usus terlalu tebal sehingga menutup menyebabkan makanan tidak bisa lewat. Tanda-tanda muntah abnormal antara lain Si Kecil terlihat kesakitan, muntah lebih dari sekali setelah alami cedera, terdapat darah pada muntahan, atau warna muntah kehijauan. Muntah dan gumoh adalah dua hal berbeda. Saat muntah, terjadi kontraksi paksaan dari otot. Pada waktu makan, terkadang Si Kecil memuntahkan makanan yang sudah masuk ke mulut. Hal ini wajar terjadi karena ia biasanya masih tahap belajar menelan dan mengunyah makanan. Sedangkan pada kondisi gumoh, Si Kecil akan mengeluarkan sedikit makanan dari mulut setelah menelannya. Gumoh merupakan kondisi yang normal dan biasanya akan hilang pada usia 12-24 bulan. Gumoh bisa dicegah dengan melakukan beberapa cara, yaitu memberikan makanan dengan lebih pelan, hindari memakaikan baju yang terlalu ketat, usahakan Si Kecil selalu sendawa setelah makan serta pada saat makan, anak harus dalam posisi tegak. Untuk Si Kecil yang baru diperkenalkan pada makanan pendamping, biasanya muntah terjadi karena beberapa hal, antara lain:

  • Tidak menyukai makanannya
  • Porsi suapan terlalu banyak
  • Tekstur makanan terlalu padat
  • Penyuapan dilakukan terlalu ke belakang lidah
Lalu, apa saja yang bisa Bunda lakukan untuk mencegah atau menangani Si Kecil yang muntah pada saat pemberian makan? Lakukan langkah berikut ini:
  • Jangan terburu-buru menyuapi Si Kecil. Lakukan secara perlahan.
  • Perhatikan saat sendok masuk ke dalam mulutnya, apakah Bunda memasukkannya terlalu dalam?
  • Jangan langsung menggendong Si Kecil setelah ia makan
  • Kalau Si Kecil muntah, berikan jeda waktu sebelum memulai kembali sesi makan
Jika Si Kecil masih tampak lapar setelah muntah, Bunda bisa memberikannya makanan atau ASI sesuai kebutuhannya. Apabila setelah muntah normal, Si Kecil tetap terlihat sehat dan penuh energi, maka tak ada yang perlu dikhawatirkan dari kesehatannya.

Related Articles